Nama saya Firman. Jika Anda melihat saya hari ini—duduk di ruang kerja lantai dua sambil memeriksa laporan keuangan restoran seafood paling ramai di Semarang—mungkin Anda tidak akan percaya dengan masa lalu saya. Dulu, seragam saya bukan kemeja rapi beratribut owner, melainkan celana kain hitam p